PRSI Sumut Genjot Latihan Perenang

27 Maret 2012

“Minimal ada dua try out lagi di Malaysia dan Singapura atau invitasi nasional sebelum menentukan target”

Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengprov PRSI) Sumut tidak mau hanya bertumpu pada Indra Gunawan saja dalam mendulang medali emas di PON XVIII Riau, September mendatang. Perenang lainnya yang lolos PON juga digenjot untuk merebut medali.
“Kita masih punya waktu untuk memperbaiki catatan waktu,” ujar Sekretaris Umum PRSI Sumut Rudi Rinaldi, di lokasi Pelatda tim PON, Kolam Renang Selayang Medan, kemarin malam.
PRSI Sumut dibawah pimpinan Drs M Syafii MSi, berhasil meloloskan 6 perenangnya untuk tampil di PON yakni Indra Gunawan (gaya dada 50, 100, 200 m), Dimas Adrianto (100 m bebas), Anes (200 m punggung), Dwi Kinanti (200 m dada) dan Yafila Kania (50m bebas).   Dari Indra Gunawan, Sumut berharap 3 medali emas, karena di pentas nasional, ia merajai nomor itu.
Namun menurut Rudi, perenang muda Dimas dan Daniel masih memungkinkan untuk merebut medali emas, jika mereka mau berlatih serius dan menguatkan mental tandingnya. “Catatan waktu mereka cukup bagus. Daniel pada PON 2008 bisa masuk final, tahun ini sebenarnya harapan kita dia bisa merebut medali. Begitu juga Dimas,” terang Rudi.
Di bagian putri, Rudi tak menutup kemungkinan. Namun,ia menekankan kepada para perenang untuk membuat target pribadi. Sehingga, latihan bersama pelatih asal Rusia Igor Berezutskiy tidak sia-sia.
Sebulan terakhir, Igor tidak melatih karena harus pulang ke negaranya karena harus memperbaharui visa dan kontrak kerjanya. Ia dijadwalkan kembali ke Medan pada 27 Maret dan akan menangani tim PON Sumut untuk masa kontrak 7 bulan ke depan. “Igor sudah kontak ke saya, beliau siap untuk bekerja keras. Jadi kalian (perenang) juga harus kerja keras,” ujar Rudi saat memberikan nasehat kepada para perenang seusai latihan.
Perenang andalan Sumut, Indra Gunawan masih berlatih di Hongaria. Di sana, ia bisa berkompetisi dengan para perenang dunia.
Meski sudah ancar-ancar merebut 3 medali emas, PRSI belum berani menyatakan target ke KONI Sumut. “Minimal ada dua try out lagi di Malaysia dan Singapura atau invitasi nasional sebelum menentukan target,” kata Rudi.
Selain renang, PRSI juga membina loncat indah dan polo air. Di nomor loncat indah yang ditargetkan juga merebut medali, Sumut meloloskan 3 atlet yakni Danta Ginting, Rindam Manihuruk dan Maulidin Kharisma Putri. Mereka ditangani pelatih Yusuf.
Sementara tim polo air Sumut diproyeksikan bisa merebut medali emas sekaligus mengulang sukses di PON Kaltim 2008 silam. Saat ini, dua pemain Sumut yakni Sivester G Manik dan Sostar Andaru Rinaldi masuk dalam seleksi timnas polo air untuk kejuaraan di Kuwait. (hai)

Iwan Setiawan Berbagi Ilmu

27 Maret 2012

Salah satu latihan dasar dalam menangani anak-anak usia dini adalah latihan koordinasi atau coordination training. Namun ternyata, model latihan yang sudah lama diterapkan dalam sepakbola modern ini masih sering dilupakan, atau bahkan samasekali tidak diterapkan dalam pembinaan usia dini pada Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia.
“Ada pelatih yang memang sudah tahu, tapi tidak konsisten menjalankan ini karena dipengaruhi berbagai hal. Padahal latihan ini tidak boleh diabaikan,” ungkap Iwan Setiawan saat couching clinic di hadapan 50-an pelatih SSB se-Sumut di Aula Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Senin (26/3) sore.
Dia menilai, saat ini banyak pelatih usia muda yang selalu terfokus pada latihan bola. Padahal ada satu pergerakan tubuh manusia yang harus diolah dulu, yaitu koordinasi. “Inilah latihan basic dalam sepakbola. Kalau basicnya salah, maka akan salah selamanya, karena sepakbola di bangun sejak usia dini,” terang pelatih berlisensi A tersebut.


Iwan hadir dengan kapasitasnya sebagai mantan pemain PPLP (Diklat) Sepakbola Sumut alumni pertama tahun 1984. Dalam couching clinic kemarin, lebih dari 80 persen pesertanya adalah para mantan pemain PPLP Sumut. Acara ini digalang oleh Sangap Surbakti, guna menjalin hubungan sekaligus membuat program untuk peningkatan sepakbola nasional.
Kordinator Pelatih PPLP Syafei Pilly menambahkan, latihan kordinasi itu ada berbagai macam cara dan metode. Semuanya merupakan latihan yang bisa membentuk karakter pemain dari mulai kecepatan, gerak reflek, agility, kekuatan, daya ledak dan berbagai hal lainnya. Jadi kalau ini tidak diterapkan, maka jangan harap pelatih bisa mencetak pemain usia dini yang memiliki kualitas baik. (hadi)

Freddy Hutabarat: Tunggu Kejutan PSMS IPL

27 Maret 2012

“Mau dibawa kemana kompetisi ISL karena jenjangnya gak jelas”

 

CEO PSMS IPL Freddy Hutabarat yang baru kembali dari Kongres PSSI di Palangkaraya, Kamis (22/3/2012) lalu, banyak bercerita soal hasil Kongres pada 18 Maret dan dampaknya pada sepakbola Indonesia ke depan.
Sebagai pendukung Prof Djohar Arifin, Ketua Umum PSSI yang diakui FIFA, Freddy menegaskan, hasil kongres akan menguatkan posisi mereka dari sisi tim PSMS maupun sepakbola nasional. Ia juga bicara soal rencana perekrutan 7 pemain baru dan upaya mereka memperbaiki tim menjelang putaran kedua. Kabarnya, mantan pemain PSMS yang kini merumput di luar daerah dan di tim ISL bakal direkrut. Apakah termasuk Saktiawan Sinaga dan Markus Horison? “Tunggu saja tanggal mainnya. Pasti akan ada kejutan,” ujar mantan pemain PSMS Medan era 80-an ini enggan menyebut nama. Berikut petikan wawancaranya.

- Bagaimana suasana kongres Palangkaraya?
Suasananya sangat positif. Kongres PSSI tahun 2012 dihadiri oleh 94 peserta sah dari 97 pemilik suara yang diundang. Kongres juga dihadiri ratusan peninjau dan mereka semuanya mendukung PSSI. Karena faktanya, banyak berita-berita yang diputarbalikkan tidak sesua fakta.
Jadi saat semua isu-isu sudah dijelaskan secara gamblang dan hasilnya sangat positif.

- Maksud Anda isu seperti apa?
Kita lihat sendiri, banyak sekali berita-berita di media yang tidak benar. Banyak sekalilah.

- Mengenai kekalahan besar timnas kita. Bagaimana PSSI menanggapinya?
Jelas tim yang kita bawa banyak pemain baru karena FIFA memang tidak memperbolehkan PSSI membawa pemain ISL yang kompetisinya tidak diakui FIFA.

- Lantas bagaimana dengan pemain Malaysia Safei Sali yang diizinkan FIFA memperkuat negaranya walau main di ISL?
Malaysia kan punya permintaan khusus dengan FIFA agar mereka (Malaysia,red) tidak dilibatkan dalam kisruh sepakbola Indonesia. Dan hal itu disetujui FIFA dan karena itu Sali tetap bisa main untuk Malaysia.

- Bagaimana dengan Persipura yang sempat dihambat PSSI untuk tidak main di AFC?
Tidak benar PSSI menghambat Persipura. Justru PSSI yang memperjuangkannya. Sebelumnya Persipura sudah dicoret oleh AFC, tapi Pak Djohar menghubungi AFC agar Persipura tetap boleh main karena mereka lolos ke LCA sebelum kisruh terjadi dan akhirnya disetujui di saat-saat terakhir.

- Bagaimana Anda menyikapi lahirnya PSSI tandingan versi KPSI?
Biarkan saja mereka berbuat seperti itu. Yang jelas, FIFA tidak akan mensahkan itu. Dan komisi arbitrase internasional (CAS) juga sudah melarang tindakan KPSI.

- Sebelum kongres juga muncul wacana penyatuan IPL dan ISL, bagaimana menurut Anda?
Memang ada rencana begitu, tapi setelah kompetisi selesai dulu. Penggabungan ini juga akan membuat PSMS menjadi satu kembali dengan catatan, harus di bawah PSSI yang diakui FIFA. Tapi itupun tergantung mereka (PSMS ISL,red). Yang jelas, kalau mereka tetap bertahan dengan kondisi ini, apa yang jadi landasan mereka dan mau dibawa kemana kompetisi ISL karena jenjangnya gak jelas. Kasihan pemain-pemain kita.

- Mengenai PSMS IPL yang Anda pimpin sekarang, apakah akan lebih baik?

(Saat ini, penampilan PSMS IPL kurang menggigit dan terkesan ditinggalkan pendukungnya)
Di sela-sela kongres kemarin kami juga mengadukan masalah kami ke PSSI dan mereka (konsorsium) mendukung PSMS merekrut pemain-pemain berkualitas.

- Siapa saja yang akan direkrut?
Soal nama, kami belum bisa ungkapkan sekarang. Rencana kami akan ada tujuh pemain baru. Mereka bisa dari klub IPL atau ISL. Yang jelas, Kami akan rekrut pemain bintang, kami gak mau setengah-setengah membangun tim ini. Mungkin seminggu ini atau Rabu depan sudah kelar, jadi tunggu saja siapa yang kami rekrut. Pasti akan ada kejutan.

Berarti PSMS sudah mengantongi nama pemain bintang yang akan direkrut, kenapa masih dirahasiakan?
Memang beberapa pemain bintang sudah kami hubungi dan bahkan ada yang menghubungi kami. Tapi, belum bisa saya sebutkan sekarang karena akan mengganggu proses negosiasi. Tunggu saja tanggal mainnya. (hadi)

Alan Sastra Ginting: Kami Juga Bisa Berprestasi

27 Maret 2012

“Banyak juga keluarga yang merasa malu dengan kondisi anaknya, sehingga akhirnya ‘menyembunyikan’nya di rumah”

Fisik boleh cacat, tapi mental jangan sampai cacat. Pesan itulah yang disampaikan Alan Satria Ginting. Meski ia mengalami kondisi fisik yang berbeda karena sebelah kakinya tidak berfungsi secara baik karena lumpuh layuh, tapi semangatnya untuk berprestasi begitu besar.
“Target saya, 2014 saya bisa juara di Asian Paragames di Busan, Korea Selatan,” tekad pria kelahiran Pancur Batu, 27 September 1980 ini.

Alan adalah salah satu atlet difabel andalan Indonesia yang bermain di cabang atletik nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru. Sumut juga patut bangga memiliki sosok yang pantang menyerah ini.
Sebelum berkarir di olahraga, Alan adalah sosok biasa yang terkadang minder dengan kondisinya. Namun kenalannya, Anto Boy, mengajaknya menjadi atlet pada tahun 2002. Meski awalnya ragu, namun sosok Anto Boy yang prestasinya di angkat berat nasional begitu fenomenal, telah menginspirasi Alan untuk berprestasi.
Secara fisik, kondisi Anto Boy lebih tidak menguntungkan ketimbang Alan. Cacat dikedua kakinya membuat Anto harus memanfaatkan kursi roda dalam menjalani aktifitas. Namun deretan prestasi nasional, bahkan internasional telah menginspirasi banyak orang. Ia kini jadi lifter andalan Indonesia dan pada Asean Paragames tahun lalu, ia sukses merebut medali emas sejaligus menorehkan rekor baru.
“Saya berterimakasih sekali pada bang Anto Boy yang sudah mengajak saya menjadi atlet,” ujar Alan yang tak bisa membayangkan kondisinya jika ia sekarang tidak jadi atlet.
Setelah menerima ajakan di tahun 2002, Alan mulai berlatih dan pada 2003, ia pun tampil di ajang Porcadasu. Pada penampilan perdananya membela Kabupaten Deliserdang, Alan langsung merebut medali emas lempar cakram dan lembing.
Sukses berlanjut saat Porcanas 2004. Ia menyumbang dua emas di nomor yang sama bagi Sumatera Utara. Hasil itu pula yang membuatnya terpilih mewakili Indonesia di Asean Paragames di Pilipina pada 2005. Perak dan perunggu di rebut dari lempar cakram dan lembing.
Prestasi berlanjut di 2007. Pada Asean Paragames di Thailand, ia berhasil merebut 2 medali emas (cakram dan lembing) dan 1 perak tolak peluru.
Masih banyak prestasi yang berhasil diukir Alan sejak 2007 hingga 2011. Namun prestasi terbaiknya adalah pada 2011 lalu saat ia sukses merebut 1 emas tolak peluru, 1 perak lempar cakram dan 1 perunggu lembing. Tahun 2014, ia sudah dirancang untuk memperkuat Indonesia di Asian Paragames di Korea. Tentu sja dengan target medali emas. “Tapi sekarang saya fokus dulu untuk mengikuti Peparnas (Pekan Paralimpic Nasional) di Riau, tahun ini,” tambah Alan yang berlaga di kategori difabel F58.

Jadi PNS
Segudang prestasi di olahraga membuatnya mudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kini, ia bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut.
Bagi Alan, prestasi yang dicapainya bukan hal yang terlalu sulit. Karena itu, ia mengajak rekan-rekannya sesama penyandang cacat, untuk tetap semangat menjalani kehidupan.
Ia juga mengajak orangtua yang anaknya mengalami masalah dengan cacat fisik maupun keterbatasan lainnya, agar membuka diri. Karena banyak juga keluarga yang merasa malu dengan kondisi anaknya, sehingga akhirnya ‘menyembunyikan’nya di rumah. Akibatnya, sang anak jadi minder dan tidak memiliki semangat untuk berprestasi. “Cacat fisik bukan kendala, kita tidak boleh malu dengan kondisi kita. Boleh cacat fisik, tapi jangan sampai cacat mental karena selalu merasa diri lemah,” tegas Alan yang kini ditangani pelatih Yosef Lumi.
Selain menjadi atlet, Alan juga berupaya membimbing adik-adiknya yang memiliki kondisi serupa agar tetap semangat berlatih dan berprestasi. (hai)

Atlet PPLP Dilarang Ikut Popdasu

27 Maret 2012

Atlet yang tergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut tidak akan diperbolehkan tampil pada Pekan Olahraga Daerah Sumatera Utara (Popdasu), Juni mendatang. Keputuran itu diambil dengan tujuan agar Popda lebih kompetitif.
“Kita sudah musyawarahkan hal ini. Salah satu tujuan kita untuk memberi kesempatan lebih luas bagi atlet daerah di luar atlet binaan kita di PPLP,” ungkap Kasubdis Bina Keolahragaan Disporasu Drs Darwis kepada Metro 24 di Medan, Selasa (27/3/2012).
Menurutnya, jika atlet PPLP tampil di even ini, potensi atlet daerah akan terhalang, apalagi di nomor perorangan yang bersaing dengan sistem gugur.
Penanggungjawab Kegiatan PPLP Mazrinal Nasution SE MAP menambahkan, dengan tidak diturunkannya atlet PPLP maka akan tampak daerah yang benar-benar membina olahraga usia dini atau tidak. Karena selama ini, banyak daerah yang hanya mengandalkan atlet binaan PPLP yang sebenarnya ditangani pemerintah provinsi lewat APBD Sumut.
Selain itu, PPLP juga sudah punya jadwal-jadwal try out sehingga dikhawatirkan, Popda bisa merusak skedul latihan mereka. “Kalau atlet PPLP cedera, siapa yang bertanggungjawab?” ujar Mazrinal yang juga Kasi Olahraga Masyarakat Disporasu.
Hal serupa juga disampaikan Drs Syafei Pilly selaku Kabid Olahraga Disporasu. Menurutnya, ajang Popdasu kali ini akan jadi sarana untuk mencari bibit-bibit baru atlet pelajar. Diharapkan daerah juga termotivasi untuk memunculkan atlet-atlet baru di luar PPLP.
Meski tidak boleh tampil di Popda, bukan berarti menutup peluang atlet PPLP untuk berlaga di Popwil atau Popnas. Pihak Dispora selaku bagian dari penyelenggara Popda, akan menggelar seleksi lanjutan antara pemenang Popda dengan atlet PPLP.

Salahi Aturan
Namun keinginan Disporasu selaku pengelola PPLP belum sejalan dengan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Sumut dan insan olahraga lainnya. Sebagai pihak yang berwenang mengirimkan menangani Popdasu dan mengirimkan atlet ke jenjang yang lebih tinggi (Popwil Sumatera dan Popnas), Bapopsi merasa kebijakan sepihak yang dilakukan Dispora akan merugikan banyak pihak, termasuk atlet.
Menurut Ketua Bapopsi Sumut H Sakiruddin SE MM, pihaknya yang punya wewenang dalam penyelenggaraan Popdasu dan pengiriman kontingen, tidak akan mengakomodir ide Dispora. Mereka hanya akan mengirimkan atlet yang lolos seleksi berdasarkan Popdasu. Jadi, tidak ada lagi seleksi di luar Popdasu.
Ia heran, kenapa kebijakan yang tidak biasa ini dimunculkan. Soalnya, jika hal ini berjalan, bukan cuma sudah menyalahi aturan, tapi juga akan menimbulkan kecurigaan daerah sebab ada peluang kolusi di sana. “Bayangkan saja, juara Popda tidak ikut Popwil. Padahal kita tahu, Popda itulah seleksi Popwil dan Popwil seleksi Popnas. Jadi jika ada seleksi di luar itu ya sudah menyalahi aturan,” ujar Sakiruddin.
“Lagi pula Popda juga jadi kesempatan atlet untuk membawa nama daerah dan membesarkan daerahnya. Kalau di Popwil dia bukan lagi atas nama daerah tapi nama propinsi,” tegasnya.
Beberapa daerah yang merasa memiliki atlet daerahnya di PPLP, juga keberatan dengan kebijakan Disporasu dan panitia Popdasu. Soalnya, mereka berharap bisa atlet pelajarnya bisa membesarkan nama daerah. Kalau tidak di Popda kapan lagi? (hai)

Silat Konsentrasi Menuju PON

12 Maret 2012

NB: foto hl kecil aja
Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (Pengprov IPSI) Sumut, tahun ini memprogramkan peningkatan kualitas dan jumlah pelatih. Program ini dijalankan guna mendukung upaya mereka mensosialisasikan dan meningkatkan prestasi pencak silat.

“Tahun ini kita mengagendakan penataran pelatih guru sekolah maupun pelatih perguruan dan pelatih di daerah,” ungkap Ketua Umum Hj Dahliana SH kepada M24, di sekretariat KONI Sumut, Senin (12/3).

Kebijakan yang dibuat berdasarkan hasil rapat kerja daerah (Rakerda) Desember 2011 itu, dilakukan terkait adanya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau, September mendatang. Makanya, mereka tidak mengagendakan kejuaraan, karena di tingkat nasional, juga tidak ada even. Semuanya konsentrasi menuju PON. “Untuk atlet binaan yang ikut PON, kita hanya berupaya mendukung program KONI Sumut, karena mereka (atlet) kini sudah ditanggungjawabi KONI,” tegas Dahliana yang diberi amanat memimpin IPSI Sumut periode 2011-2015.

Namun, mereka tidak akan melupakan pembinaan atlet di luar kontingen PON, terutama pembinaan atlet junior. Ia berharap perguruan-perguruan dan pengurus bersama-sama melakukan pembinaan.

Kepada pelatih, ia berharap agar memanfaatkan penataran yang rencana akan digelar bulan Mei ini. Tujuannya selain merefreshing kemampuan melatih, juga menjadi sarana sertifikasi dan standarisasi pelatih. “Kami juga akan melatih dasar-dasar kepelatihan pencak silat kepada guru-guru sekolah. Dari mereka, kami berharap minat siswa untuk latihan silat lebih besar,” tambah Dahliana.

Target PON
IPSI Sumut menargetkan 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu pada PON mendatang. Target itu cukup realistis berdasarkan hasil kejurnas dan pra PON sepanjang tahun 2011 lalu.

Jika pada PON 2008 lalu Sumut hanya meloloskan 4 atlet (hasilnya 1 medali perak PON), maka prestasi periode ini cukup bagus. Sumut berhasil meloloskan 10 atlet yakni Herkiswanto (tunggal), Mhd Ihwa Taufik Nasution, Mgd Saleh Irawan Lubis, Zulfan Hafiddzin (regu), Afriansyah (kelas E), Pedomanta Keliat (F), Andy Zulkarnaen ST (G), Ario Wulan (H), Dinda Ayu P Sari SH (D) dan Zumidar Oktina (E). Mereka ditangani pelatih Jumono Tarugan, Hariki dan Zulpan Rahmadsyah Nasution.

“Rencananya para atlet akan menjalani pemusatan latihan di luar Sumut. Atlet tunggal dan regu akan kita kirim ke DKI Jakarta. untuk atlet nomor tarung akan dipusatkan di Jawa Barat,” tambah Dahliana.
(hai)

Ilhamsyah Pimpin PBVSI Sumut

12 Maret 2012
Ilhamsyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Medan melalui Musyawarah Kota (Muskot) ulang yang digelar di Aula Kantor KONI Medan, Rabu (7/3) petang.
Penetapan ini merupakan angin segar bagi insan bola voli Kota Medan yang menanti figur pemimpin baru setelah ketua terpilih sebelumnya, Armansyah Lubis, mengundurkan diri. Padahal Kadis Perhubungan Medan itu sebelumnya terpilih sebagai ketua pada Muskot yang berlangsung 19 November 2011 lalu.
Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis menyambut baik terpilihnya Ilhamsyah sebagai ketua PBVSI Medan. Ia berharap, kepengurusan ke depan bisa mengangkat kembali prestasi bola voli Medan yang belakangan mulai redup.
 ”KONI Medan punya rencana yang banyak sekali untuk atlet. Namun kami harapkan dukungan dan kerjasama Pengcab agar pembinaan berjalan optimal,” tegasnya.
Muskot ulang dengan pimpinan sidang Ir Abdullah itu dihadiri empat klub yang masih aktif yakni Embrio, Angkasapura, TVRI dan Lestari. Klub Bank Sumut absen.
Ilhamsyah selaku politisi Golkar, mengaku tertarik dengan olahraga bukan karena posisinya sebagai anggota dewan saat ini. Tapi merupakan bentuk rasa prihatinnya pada olaraga bola voli karena selama periode kepengurusan sebelumnya ia juga sudah terlibat.
“Saya akan fokus pada pembenahan manajemen dulu. Tapi target saya, bola voli harus seperti dulu lagi dimana olahraga ini menjadi olahraga rakyat seperti sepakbola yang dimainkan dimana saja,” jelasnya. “Namun semua itu bisa terwujud dengan dukungan dari insan bola voli yag memang sudah lama berkecimpung dalam pembinaan prestasi,” tambah Ketua Komisi A DPRD Medan itu. (hai)

Takraw Sumut Target Emas PON

12 Maret 2012

Meski prestasinya kurang diperhitungkan, tim sepaktakraw Sumut optimis bisa meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, September mendatang. Emas diprediksi bisa direbut dari nomor hoop.

“Kami fokus ke nomor hoop karena di nomor ini pada Kejurnas lalu kita peringkat 6. Bahkan dari perolehan angka kita masuk nomor 4 karena ada beberapa tim yang poinnya sama. Saya melihat disinilah peluang Sumut merebut emas,” ungkap Pelatih tim sepaktakraw PON Sumut Ibrahim Wiyaka dan Rusliadi SPd di sela latihan, kemarin.

Pada PON tahun ini, Sumut untuk pertamakalinya tampil di PON dengan mengikuti tiga nomor tanding yakni regu, double event dan hoop. Sumut berkekuatan enam atlet yakni M Riski Satria, Boy Armanda, Asep Prabowo, Ari Syahputra, Abdul Rahman dan Ari Ermanto. Dari keenam atlet ini, hanya Boy dan Abdul Rahman yang bukan mahasiswa FIK Unimed. “Selebihnya kuliah di FIK Unimed. Mereka tidak berasal dari satu daerah saja tapi ada yang dari Padangsidimpuan, Asahan, Binjai, Tanjungbalai, Serdangbedagai dan Medan,” jelas dosen FIK Unimed itu.

Dengan fokus di nomor hoop, mereka tidak lantas melupakan dua nomor yang lain.Pada kualifikasi PON Porwil Sumatera, untuk nomor regu dan double, Sumut peringkat ketiga. Namun pada Kejurnas, Sumut meloloskan nomor hoop setelah menempati peringkat keenam.

Diakui Ibrahim, prestasi yang dicapai Sumut kurang optimal karena menjelang Pra PON lalu, atlet Sumut memang kurang latihan. Namun, sejak Januari lalu, atau sembilan bulan menuju PON, mereka mulai latihan rutin. Bahkan sekarang latihan lima hari dalam seminggu di lapangan depan kampus FIK Unimed. Senin – Rabu-Jumat, latihan dimulai pukul 15.00 WIB hingga Maghrib dan pada Selasa dan Sabtu latihan setiap pukul 08.00-11.00 WIB. “Kalau latihan pagi, kami khusus latihan hoop saja,” tambah Ibrahim yang mantan atlet sepaktakraw Sulawesi Selatan itu.
Saat ini, Ibrahim dibantu pelatih lainnya juga menangani Unimed Sepak Takraw Club (USTC), dimana para atlet PON itu juga berlatih. Di klub itu ada sekitar 16 atlet yang aktif latihan hampir setiap hari. (hai)

KONI Medan Beri Jaminan Kesehatan Atlet

12 Maret 2012

KONI Medan tak henti-hentinya meluncurkan program yang menguntungkan bagi para atlet binaannya. Dalam rapat koordinasi (rakor) dengan pengurus kota (Pengkot) cabang olahraga, Jumat (10/3), KONI Medan sudah menyiapkan rancangan asuransi kesehatan dan kecelakaan bagi atlet dan pelatih.

“Kita beruntung sekali karena Walikota Medan Rahudman Harahap yang meminta agar atlet lebih diperhatikan sehingga kami munculkan program ini,” ungkap Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi ‘Opunk’ Lubis saat memimpin rakor di aula Kantor KONI Medan, kemarin.
KONI Medan juga sudah menjajaki kerjasama dengan RS Permata Bunda dan dalam waktu dekat akan menandatangani MoU. Dengan kerjasama ini, Opunk berharap para atlet dan pelatih bisa mendapatkan layanan kesehatan secara prima.

Didampingi Sekretaris Umum Drs Khairil Basri, Wakil Ketua Agus Sarian dan Julius Raja, Opunk berharap agar pengurus menyambut program ini dengan turut mensosialisasikannya kepada para atlet. Dalam rancangan yang segera direalisasikan bulan Maret ini, KONI bakal memberi jaminan asuransi kepada sekira 500 atlet binaan. Dengan rincian, 400 atlet binaan hasil juara Porkot 2011 dan 100 atlet yang sudah berprestasi nasional dan internasional, termasuk mereka yang lolos ke PON 2012.

Ke-500 atlet itu juga mendapatkan dana pembinaan seperti yang sudah dijalankan pada tahun sebelumnya. Namun tahun ini, anggaran bagi atlet dan pelatih meningkat. Untuk 400 atlet binaan jangka panjang akan mendapatkan biaya pengganti transport sebesar Rp300.000. 100 atlet prioritas yang sebelumnya tidak menerima kucuran dana, tahun ini akan menerima Rp400.000 per atlet. Sementara pelatih diberikan Rp600.000.

Sebagai imbalan, KONI Medan bersama pemerintah kota Medan dan lembaga DPRD Sumut mengharapkan Pengkot benar-benar serius dalam menangani para atlet. Pengurus harus proaktif dalam merancang program dan mengajukannya kepada KONI. “Dana KONI Medan ada, hanya pengurus harus benar-benar serius memanfaatkannya. Karena walaupun dana ada, sistem pelaporannya harus jelas tidak asal dikeluarkan saja,” ujar Opunk. (hai)

Pertina Medan Akan Cari Talenta di Sekolah

12 Maret 2012

Pengurus Kota (Pengkot) Pertina Medan yang baru bertekad menggelorakan olahraga tinju. Bukan cuma pembinaan para atlet, tapi juga pengembangan talenta melalui sekolah-sekolah dan menggerakkan kembali sasana-sasana di kota Medan.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pertina Medan Lettu CPM Binson Simbolon didampingi Wakil Ketua Martua Sinurat, Garden Tampubolon dan Sekretaris Binner Dabuke, seusai bertemu Ketua KONI Medan Drs Zulhifzi Lubis, Jumat (9/3). “Dan kita sudah memulai langkah tersebut dengan menggelar
silaturrahmi dan pertandingan eksebisi bersama seluruh sasana di Medan,” ucapnya.

Silaturrahmi digelar Sabtu (10/3) hingga Minggu (11/3) di Sasana Gajah Mada, Kantor Denpom, Jalan Letjen Suprapto.
Sebagai mantan petinju kelas berat dan peraih medali emas PON itu, Binson yang masih bertugas sebagai Dan Sub Denpom Belawan itu menegaskan komitmennya bersama rekan-rekan pengurus bagi petinju Medan yang ingin benar-benar serius menjadi atlet. Pihaknya juga akan berupaya merangkul semua insan tinju untuk bersama-sama mengangkat prestasi petinju Medan. “Medan punya banyak talenta tinju yang terbukti mampu bersaing di tingkat nasional. Saya optimis ke depan prestasi kota Medan akan lebih mewarnai pentas tinju nasional, bahkan internasional,” tandasnya.

Martua Sinurat, tokoh pengusaha muda yang terlibat langsung dalam kepengurusan sebagai wakil ketua, begitu antusias. Ia bahkan sudah merancang program membagikan ratusan sarung tinju ke sekolah-sekolah. “Kami harapkan kerjasama dengan KONI Medan dan Dinas Pendidikan untuk merealisasikan ini,” ujar Martua.
Drs Zulhifzi Lubis juga cukup salut dengan semangat pengurus Pertina Medan yang baru. Ia berpesan agar insan tinju tetap bersatu bersama-sama membina potensi tinju di Medan. “Kami berharap Pertina Medan dan insan tinju serta KONI Medan bisa terus bersinergi melahirkan petinju-petinju berprestasi,” ujar ketua mum KONI Medan yang akrab disapa Opunk itu.

Dari hasil pertandingan eksebisi, Pertina Medan mendapatkan gambaran terbaru perkembangan atlet yang selama ini berlatih di sasana-sasana. Ke depan, mereka akan menjalankan instruksi KONI Medan untuk melakukan sistem promosi dan degradasi petinju berdasarkan seleksi dan alasan indisipliner.

Seperti diketahui, petinju Medan paling banyak memperkuat tim tinju Sumut di PON Riau, September 2012 mendatang, antara lain Benget Simorangkir, Daniel Pasaribu, Sadarmawati Simbolon, Nurmala Deli dan Siti Aisyah. (hai)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.