Abdul Aziz Angkat Wafat : Berikut kronologis versi polisi

Posted: 5 Februari 2009 in Politik, Tragedi

Ditulis pada 4 Februari, 2009 oleh Admin

Pukul 09.00 WIB Massa pertama kurang lebih 700 orang melakukan demo di Gedung DPRD Sumatera Utara. Tujuan massa agar DPRD membuat surat rekomendasi ke DPR RI tentang pemekaran wilayah Sumatera Utara, yakni Provinsi Tapanuli.

Pukul 10.30 WIB Aksi yang dipimpin Chandra Panggabean yang juga anggota DPRD dan orator Germok Samosir ingin bertemu Ketua DPRD Sumatera Utara. Namun, massa tidak bisa menemui karena sedang memimpin rapat paripurna, yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Sumatera Utara.

Pukul 11.00 WIB Massa diperkirakan sudah mencapai 2 ribu orang. Massa merangsek masuk ke ruang sidang. Ada satu kompi atau sekitar 100 anggota Pengendalian Masyarakat dari Kepolisian Kota Besar Medan. Polisi menambah kekuatan dengan menurunkan dua peleton pasukan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Brigadir Mobil Kepolisian Daerah. Jumlahnya kurang lebih mencapai 250 orang. Namun massa tidak bisa dipertahankan. Massa akhirnya merusak ruang sidang. Ketika terjadi pengrusakan, Ketua DPRD dievakuasi ke salah satu ruangan DPRD dan karena tidak memungkinkan, ia kemudian akan dievakuasi ke Bank Mandiri, gedung sebelah DPRD. Tetapi polisi yang mengevakuasi Abdul Aziz itu dihalau massa.

Sekitar pukul 11.30 WIB, karena massa di luar gedung semakin ganas, dengan dikawal aparat kepolisian Aziz Angkat yang sudah merasakan sakit di dadanya kemudian diungsikan ke ruangan Fraksi Partai Golkar yang terletak di lantai dasar gedung dewan. Kejadian itu mendapat aksi penentangan dari massa, yang kemudian melempari rombongan polisi yang membawa Aziz Angkat dengan berbagai macam benda, termasuk dengan gelas yang terdapat di atas meja para anggota Dewan. Massa terus mengikuti Aziz Angkat sampai ke ruangan Fraksi Partai Golkar. Di tempat itu ia mendapat caci-maki, ditarik-tarik dan bahkan harus menerima perlakukan tidak pantas dari sejumlah pengunjuk rasa tanpa ada yang bisa menghalangi. Diduga tak kuat menahan serangan, Aziz Angkat pun terkapar dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Proses evakuasi tidak berjalan dengan lancar. Delapan staf DPRD Sumut yang mengangkat tubuh Aziz untuk dibawa ke rumah sakit sempat dihalang-halangi massa. Mereka bahkan menuding Aziz pura-pura sakit. Di tengah aksi massa yang mencoba menghalangi, dengan susah payah tubuh Aziz Angkat dinaikkan ke truk, yang biasa digunakan untuk memburu preman, yang tengah parkir di halaman samping gedung Dewan. Truk polisi tersebut bahkan juga tidak bisa langsung keluar gedung Dewan karena terus dihalangi massa.

Pukul 12.30 WIB Korban mendapatkan perawatan tim dokter Rumah Sakit Gleneagles Sekitar pukul 13.00 WIB Abdul Aziz dinyatakan meninggal. Keterangan sementara, sebelum otopsi, diperkirakan korban meninggal karena sakit jantung. Jenazah pun dibawa ke kediaman pribad. Pukul 15.50 WIB Untuk mendapat informasi lebih akurat, almarhum akhirnya diotopsi di RS Umum Daerah Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s