Drs Sujamrat Amro: Sport Is Habit

Posted: 11 Februari 2009 in Profil, SPORT, Uncategorized

drs-sujamrat-amro1foto & penulis: HADI ISWANTO

Olahraga tak sekadar permainan, tapi harus menjadi kebiasaan hidup. Itulah visi utama dari berdirinya Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI).

FOMI merupakan organisasi olahraga yang berperan untuk menghimpun dan menaungi seluruh organisasi maupun bentuk permainan rakyat. Olahraga (permainan) non prestasi yang tidak masuk dalam keanggotaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Di Sumatera Utara, organisasi ini hidup dengan komunitas yang begitu beragam. Dari mulai beragam macam organisasi senam, hingga komunitas pecinta burung berkicau. Dari mulai pecinta otomotif, biker hingga seniman reog dan barongsai. Jadi, segala aktifitas dari komunitas pecinta permainan rakyat, bisa masuk dalam wadah FOMI. “Kami punya visi sport is habits. Menjadikan olahraga sebagai kebiasaan hidup. Apapun bentuk permainannya, selama itu berkaitan dengan aktifitas gerak, bisa dikategorikan olahraga. Jadi, sangat banyak permainan tradisional yang bisa kita gali dan kembangkan melalui FOMI,” ungkap Drs Sujamrat Amro selaku Ketua FOMI Sumut, kepada MW, Sabtu lalu.
Ya. FOMI menaungi puluhan organisasi olahraga yang berkembang di masyarakat antara lain Asiafi (instruktur senam dan fitnes), ISTI, Mesac (sepeda tua/antik), senam tera, senam jantung sehat, kenci (tektek), Aplansu, Perla (layang-layang), Aikido, domino batu, panco, klub-klub otomotif, satria nusantara, merpati putih, masyarakat pecinta dansa dan sebagainya.
Misi FOMI, terang Sujamrat, tak lepas dari upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya yang sudah ada di masyarakat. Memberi pemahaman bahwa cara berolahraga itu cukup beragam. Yang penting, aktivitas gerak apapun harus dijalankan secara konsisten, sehingga kebugaran dan kesehatan tetap terjaga.
Lebih dari itu, FOMI terus berupaya menumbuhkembangkan olahraga di semua kalangan, terutama generasi muda. Masyarakat juga diajak terlibat aktif dalam menjalankan misi ini. Memahami bahwa olahraga bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan tubuh dari penyakit, stamina meningkat dan otomatis kesehatan terjaga serta kreativitas meningkat. Dengan begitu, biaya berobat pun bisa diminimalisir. “Itulah siklusnya. Kampanye ini harus lahir dari keluarga melalui orangtua sehingga kemudian berkembang ke masyarakat luas,” tutur Sujamrat yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdis sarana prasarana Dispora Sumut.
Olahraga juga bisa membentuk kepribadian, disiplin, sportifitas dan semangat kebersamaan. Soalnya, dalam olahraga, ada aturan yang harus ditaati. Olahraga, apapun bentuknya asal disenangi, bisa menjadi solusi dan meningkatkan semangat di tengah krisis. Olahraga juga meningkatkan etos dan produktifitas kerja, menumbuhkan mental yang kuat serta semangat dalam menjalani hidup. “Jadi, memang multi effect dari olahraga sangat beragam yang semuanya sangat bermanfaat,” tegas Sujamrat.
Ia bangga, karena sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya berolahraga. Ini ditandai dengan banyaknya aktivitas senam massal setiap Minggu pagi, tumbuhnya sekolah-sekolah sepakbola serta klub/perkumpulan olahraga seperti dansa dan senam dari berbagai aliran.
Tahun 2009 yang digaungkan presiden sebagai tahun kreatifitas, hanya bisa diwujudkan jika masyarakat Indonesia sehat dan bugar. “Hanya orang-orang yang gemar berolahraga yang bisa mewujudkan visi tersebut,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s