H Ridwan Ibrahim: Mercy, Cinta Pertama dan Terakhir

Posted: 26 Oktober 2010 in OtoNews

Mercedes Benz alias Mercy, sejak lama dikenal sebagai simbol kemakmuran. Tak Cuma di Indonesia, tapi juga di negara asalnya, Jerman. Karena itu, memiliki tunggangan Mercy pastilah membanggakan.

 

Begitulah yang dirasakan H Ridwan Ibrahim. Bahkan, pensiunan PTPN 5 Sei Karang ini tak cuma bangga, tapi juga cinta dengan mobilnya; Mercedes Benz G300.

“Saya dulu sempat juga punya mobil Jepang, Tapi saya merasa kurang nyaman di dalamnya dan akhirnya saya kembali ke cinta pertama saya Mercy,” kata H Ridwan Ibrahim yang ditemui Bursa Mobil Andalas di kediamannya, Jalan Ismailiyah Medan, akhir pekan kemarin.

 

Karena memang penyuka mobil model jip sejak kecil, H Ridwan memilih Mercy model jip. Sekitar tahun 1995, ia sudah bergonta-ganti Mercy hingga akhirnya terhenti di G300 tahun 1995 yang dibelinya pada Agustus 2010 lalu senilai Rp 300 juta. Saking hobinya, ia gak peduli meski kemudian harus mengeluarkan dana lebih untuk memodifikasi beberapa item di dalamnya seperti menambalkan velg krum dan membenahi interior yang membuat G300 tampil garang.

“Saya modifikasi luar dalam sampai menyerupai Mercy G500. Sekarang harganya cukup mahal. Bahkan dua minggu lalu ada yang sempat menawarkan Vilanya untuk diganti dengan mobil saya,” tambahnya sambil tersenyum.

 

Bagi H Ridwan, Mercy punya banyak keunggulan dibandingkan mobil-mobil lain. Tentu saja yang pertama dari sisi kenyamanan. Bentuknya yang kokoh membuat suami dari Hj Juwita ini lebih percaya diri, senantiasa berjiwa muda dan gagah, meski sudah memasuki usia 70 tahun.

“Saya paling suka bentuk dan estetika nya yang membuat saya semakin pede mengendarainya,” ungkap H Ridwan yang suka mengisi waktu luangnya dengan bermain tenis dan golf serta memelihara burung dan tanaman.

 

Di Medan, mobil Mercy seperti miliknya cukup langka. Namun, komunitasnya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Medan. H Ridwan begitu menikmati bergabung dengan komunitas tersebut. Karena di samping bisa mengurus beberapa bisnisnya, ia juga bias berkumpul bersama teman-teman sesama pecinta Mercy.

Karena perawatannya yang relatih mudah dan mesinnya yang bandel, ia tak perlu ragu-ragu menggeber G300-nya melintasi perjalanan jauh ke luar kota. Apalagi urusan spare part juga gampang didapat. “Pernah juga saya bawa mobil ini bersama istri touring sampai ke Palembang,” kata H Ridwan yang begitu santai menikmati hari tuanya bersama keluarga dan Mercy-nya. (annisa)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s