Medan Suka Blackberry, Tapi Sampai Kapan?

Posted: 26 Oktober 2010 in Ponsel Medan

Bukan rahasia lagi kalau Research In Motion (RIM) selaku produsen Blackberry, ketiban untung besar dengan memasuki pasar Indonesia. Soalnya, BB (sebutan singkat buat Blackberry) kini paling populer di negeri ini, termasuk di Medan. Bahkan situs berita internasional CNN, beberapa waktu silam menjuluki Blackberry sebagai “King in Indonesia”. Tapi sampai kapan?

Dalam dua tahun terakhir, serbuan smartphone (ponsel pintar) yang berbasis sistem operasi (OS) plus processor canggih, begitu gencar seiring dengan masuknya pemain baru, OS Android milik Google. Suasana begitu memanas karena afiliasi dengan beberapa vendor ponsel membuat Android tampak begitu me-raksasa. Targetnya tentu saja menembus eksklusifitas Apple (iPhone) dan RIM (Blackberry).
Namun, Android masih juga belum bisa memasuki segmen Indonesia secara menyeluruh. Selain harganya masih mahal, masyarakat Indonesia tampaknya juga masih butuh edukasi tentang ponsel ini. Android lebih akrab dengan kalangan teknisi dan tukang oprek yang memang sudah kenal seluk beluk gadget. Begitupun, jika Anda membeli ponsel Android yang harganya mulai beranjak turun (sudah ada di kisaran harga 1 jutaan), segera bergabung dengan komunitas atau forumnya agar bisa berbagi dengan user yang lebih berpengalaman.
Sementara Nokia juga menelurkan ponsel pintar yang mengandalkan OS Symbian cenderung dibeli karena memang label ini sudah sejak lama jadi brand ternama di Indonesia. Nokia yang belum mau masuk ke Android, tampaknya akan memasarkan Symbian sendirian. Seberapa kuatkah mereka? Yang pasti popularitas mereka mulai menurun seiring keengganan Samsung dan Sony Ericsson menggunakan piranti mereka. Sama seperti OS windows phone milik microsoft dan iPhone yang hanya disukai kalangan tertentu.

Kayaknya Sih Cuma Soal Harga
Namun, dari sekian banyak smartphone yang masuk Indonesia, sepertinya soal harga yang jadi masalah. Kenapa BB begitu laris? Sepertinya cuma soal harga. Dulu, sebelum munculnya ponsel Android, BB bersaing dengan Apple dan windows phone. Dengan sedikit keberuntungan karena secara tak langsung dipromosikan Presiden AS Barrack Obama, tiba-tiba BB berseliweran di Indonesia, meski lewat jalur yang ilegal. Sampai akhirnya BB jadi eksis di negeri ini.
Jika di Eropa dan Amerika Serikat pertarungan antara ponsel cerdas terjadi melalui iPhone dan Blackberry, bisa dikatakan di Indonesia hanya handset besutan RIM saja yang melenggang sendiri. Buktinya, di Medan saja, gerai Blackberry seperti Sellular 1 dan Oke Shop, bisa menjual 10 unit per hari. Bandingkan dengan iPhone dan model Android yang paling laku hanya satu unit saja.
“Blackberry merupakan ponsel yang jauh lebih trendy dan fashionable ketimbang iPhone. Sangat jarang orang yang menanyakan iPhone,” jelas salah seorang penjual.
Lalu apa yang membuat Blackberry bisa sangat laku keras? Salah satu diantaranya adalah, timpangnya harga antara Blackberry dengan iPhone.
Blackberry dijual dengan harga antara Rp 2 juta-n hingga Rp4 jutaan, bandingkan dengan iPhone yang dibanderol Rp 4 jutaan ke atas.
Ini pula yang membuat handset asal Kanada itu begitu laku keras, jika di negara lain Blackberry ditujukan untuk segmen pebisnis, maka tidak dengan Blackberry di Indonesia. Segmen menengah yang bukan pebisnis pun ikut mendongkrak penjualan di tanah air.

Suka BBM
Dari beberapa komentar yang dihimpun dari pengguna BB di Medan, kebanyakan mereka terikat dengan ponsel tersebut karena fitur BBM alias (Blackberry Messenger). Fitur push email (email gegas) juga menjadi faktor meningkatnya Blackberry, selain kegemaran para pengguna BB yang sedang sangat kecanduan situs jejaring sosial.
“Kami suka BB karena fasilitas internetnya cepat, didukung BBM yang membuat kita bisa chatting gratis dan fasilitas facebook dan Yahoo Messenger yang enak dipakai dan biayanya juga hampir sama dengan hape biasa,” ungkap Icha, mahasiswi USU fakultas Sastra yang tergabung dalam komunitas Tokek’x di BBM.
Selain itu, model papan ketik qwerty yang dimiliki Blackberry jauh lebih disukai ketimbang teknologi full layar sentuh yang dipunyai iPhone dan kebanyakan ponsel Android. These people buy qwerty phone or BB!

Waspadai Android
Agaknya, tren BB di Indonesia belum bisa digeser dalam waktu dekat. Tapi bagaimana jika produk smartphone lain lebih murah?
Apple sendiri agaknya masih sulit berkompromi soal harga untuk Indonesia. Tapi para vendor pendukung Android terus menggemakan ponsel murah. Mereka tak cuma melahirkan teknologi dalam aplikasinya tapi juga muncul dengan model-model memikat. Bukan tidak mungkin, promosi yang begitu hebat dari Google dan para vendor seperti Sony Ericsson, Samsung, HTc, LG dan lainnya, membuat ponsel ini jadi saingan terberat BB dalam waktu dekat.
“Android didukung lebih 70 perusahaan yang tergabung dalam “openhandsetalliance” sehingga android makin kuat,” jelas Ketua Komunitas Milis Android, Agus Hamonangan, beberapa waktu lalu.
Survei dari ROA grup menyebutkan setengah dari penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta akan mempunyai ponsel. Tetapi, Blackberry diprediksi tidak akan selalu bertahan di posisi atas. (hadi/nisa/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s