Jintar Simanjuntak – Butuh Jaminan Masa Depan

Posted: 12 Desember 2011 in Profil, SPORT
Tag:, , , , , , , , ,

….prestasinya sangat fenomenal. November 2011 ia sukses merebut dua medali emas SEA Games.

=========================================

Menjadi atlet berprestasi tentulah idaman setiap penggiat olahraga. Wajar, karena tujuan seorang atlet adalah menjadi juara. Namun dibalik itu, ada kegelisahan melanda.

Ya. para atlet seringkali dihadapkan pada pilihan rumit antara fokus meraih prestasi atau mengejar hal di luar itu, seperti sekolah atau kuliah. Jika mereka kejar prestasi, tentu pendidikan jadi korban dan waktu-waktu muda mereka habiskan dengan latihan dan bertanding. Sehingga mereka tidak berfikir soal penghasilan di masa depan. Alhasil, di saat era emas mereka sebagai atlet habis, karena faktor usia, banyak atlet yang tidak menikmati hidup lebih baik.
Kegelisahan itu juga dirasakan Jintar Simanjuntak sang pahlawan Indonesia yang merebut 2 medali emas pada SEA Games di Jakarta, November silam. Lajang kelahiran 4 November 1987 ini sudah merasakan bagaimana pahitnya berjuang untuk mewujudkan impiannya sebagai atlet karate kelas dunia seperti sekarang ini.
Pria yang dikenal kalem tersebut pernah di Drop Out (DO) dari tempatnya kuliah, Politeknik Negeri Medan saat berada di semester empat lantaran jumlah absensi yang tinggi. Itu karena anak ke-6 dari 7 bersaudara ini sering absen karena padatnya jadwal mengikuti sejumlah pertandingan karate. Apalagi saat itu dia harus bergabung dengan Pelatnas Karate untuk mengikuti Sea Games ke-XXV di Laos pada tahun 2009 lalu.
“Ya, benar saya dikeluarkan dari kampus Politeknik Negeri Medan. Peraturan di sana sangat ketat sulit meminta izin untuk bertanding,” ujar sosok yang sudah menyumbangkan satu perak dan satu perunggu pada SEA Games di Laos, 2009 lalu.
Kendati pernah di DO, Jintar tak putus asa. Ia sudah bertekad menyerahkan masa mudanya untuk karate. Bahkan diakuinya, orang tuanya, Ramli Simanjuntak dan Mas Intan boru Siahaan yang tinggal di Medan, sering komplain karena studinya yang tak kunjung selesai. Untunglah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berkenan menerimanya untuk kuliah, dengan dispensasi. Kini ia duduk di semester tujuh Fakultas Ekonomi. Dia pun bertekad, akan menyelesaikan kuliahnya yang sempat terhambat dalam waktu dekat.

“Pendidikan itu pasti penting. Tapi sekarang, karier saya masih disini (karate). Karena menjadi atlet dan turun dalam pertandingan kan tidak selamanya,” paparnya

“Orang tua tentu senang saya bisa sampai sekarang. Tapi mereka sering mengingatkan kuliah saya yang belum kelar-kelar. Tapi saya bertekad, tahun depan kuliah saya harus kelar,” tambahnya.

Jaminan Kerja
Setelah persoalan pendidikan bukan masalah Jintar kini mulai bertanya-tanya tentang pekerjaan yang ia nilai bisa menjamin masa depannya setelah kelak pensiun sebagai atlet. Dengan usianya yang tidak muda lagi, ia merasa sudah saatnya pemerintah merealisasikan janji untuk menjadikan atlet berprestasi di level regional maupun internasional
sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Saat bertemu dengan Ketua Umum KONI Medan Drs Zulhifzi ‘Opunk’ Lubis, Senin (5/12), Jintar mengungkapkan keinginannya mendapatkan pekerjaan. Opunk pun berjanji untuk membantu mendorong pemerintah khususnya walikota Medan untuk segera merealisasikannya.
Jintar sudah cukup pantas untuk berharap karena ia pernah mendulang sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Diantaranya, juara Korea Open 2010, juara Shito Ryu Asia Pasifik 2010, runner up Indonesia Open 2010, juara Swedia Open 2011, dan peringkat ketiga Ukraina Open 2011. “Selama saya mampu, saya akan terus mengharumkan nama bangsa di berbagai even dunia,” tegasnya. (hadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s