Stadion Teladan yang Tak Dihargai Lagi

Posted: 11 Mei 2014 in Feature, SPORT
Stadion Teladan Medan

Stadion Teladan Medan

JANGAN harap menyaksikan laga-laga besar di Stadion Teladan Medan. Sudahlah kondisi stadion sangat berantakan, prilaku penggunanya – termasuk para pejabat – juga sangat buruk dalam memanfaatkan sarana yang dulu pernah dipuja.

Para penyewa Stadion Teladan kini tampaknya bisa memanfaatkan sarana itu sesukanya karena lemahnya pengelola dari Dinas Pertamanan. Dengan dana retribusi tak seberapa dan tidak jelas, penyewa stadion bisa bebas memasukkan kendaraan ke dalam stadion dan parkir di sentel ban. Bila tanah sentel ban lembek karena hujan, maka kondisinya terlihat sangat berantakan.

Kondisi ini bukan cuma dilakukan oleh penyewa dari kalangan biasa. Lebih parah lagi jika pengguna lapangan adalah pejabat. Mobil mereka juga bebas parkir di sentel ban. Contohnya saja ketika gelaran final Turnamen Oldcrack Piala Gubsu, Jumat (9/5) lalu. Mobil Sekretaris Daerah Provsu H Nurdin Lubis dan beberapa pejabat lainnya tampak teronggok manis di pinggir stadion. Begitu juga dengan sepeda motor panitia dan pengunjung.

Parkir di dalam stadion

Parkir di dalam stadion

Semestinya, mobil dan sepeda motor itu bisa parkir di luar stadion yang space-nya cukup lapang. Tapi ntah sadar atau tidak, parkir di dalam stadion belakangan ini sudah jadi hal lazim. Pengelolanya yang notabene PNS dengan golongan lebih rendah, tak mampu mengatasi itu.

Jadi, rasa-rasanya kok sulit berharap Stadion Teladan bakal indah lagi saat ini, jika pejabatnya saja tak peduli. Jangankan membangun dan memperbaiki, parkir sembarangan saja sudah menunjukkan kalau mereka tak lagi menghargai stadion tersebut.

Lho, kenapa harus menghargai Stadion Teladan? Ini bukan sebuah pemujaan. Tapi lebih pada keprihatinan. Adakah di Sumatera Utara stadion sebesar Stadion Teladan yang dibangun sejak 1953 itu? Apakah Anda tahu, Teladan adalah satu dari tiga stadion yang pernah dikunjungi Ajax Amsterdam (1974) dan Arsenal (1983) di masa lalu? Di stadion inilah PSMS besar dan menghadirkan nama-nama besar yang kini melanglang buana ke penjuru Indonesia.

Dulu, Stadion Teladan hanya diperuntukkan untuk laga-laga besar. Sekarang, anak-anak yang baru belajar sepakbola pun sudah bertanding di tempat yang dulunya milik pemain-pemain hebat. Sekali lagi, Stadion Teladan sudah tak lagi dihargai.

Kondisi tribun timur yang berantakan

Kondisi tribun timur yang berantakan

Stadion Teladan sangat berantakan. Jika mau jujur, jangankan pertandingan Indonesian Super League (ISL), untuk kompetisi Divisi Utama saja sebenarnya sudah tak layak. Ini jika merujuk pada faktor keamanan. Buktinya tergambar jelas pada Sabtu (10/5) kala pemain PSMS tawuran dengan Pro Duta. Penonton bisa menerobos masuk ke lapangan karena pagar pembatas yang mudah ditembus. Di tribun sebelah timur, yang masih dalam proyek pembangunan (yang ntah kapan selesai), pagar pembatasnya sudah miring. Mungkin jika didorong ratusan fans, pagar itu akan roboh.

Panitia memang tidak membolehkan penonton untuk duduk di tribun timur. Namun karena minimnya petugas, tribun tersebut tetap diduduki penonton. Untungnya tidak banyak.

Pemko Medan juga terkesan setengah-setengah dalam melakukan renovasi stadion. Pembengkakan dan penguapan anggaran sangat riskan terjadi akibat visi yang tak jelas dari Pemko. Awalnya tak ada rencana proyek multi years, namun dua tahun sudah anggaran mengucur dan kondisi tribun timur justru sangat berantakan.

Ada ambisi tim-tim Sumut, khususnya Medan, untuk mentas ke ISL. Namun jika melihat kondisi stadion saat ini, rasanya tak pantas PSSI memberi izin tim yang ber-homebase di Stadion Teladan, untuk bisa tampil di kompetisi kasta tertinggi itu. Stadion Teladan kini ibarat onggokan monumen tua yang semestinya mendapat suaka. Tapi siapa yang peduli? (hadi iswanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s